Maaf atas keterlambatan super ini, penulis masih berusaha untuk menyelesaikan seluruh nomor sebelum tahun yang cukup berat ini berakhir.
Penulis membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menentukan siapa yang akan jadi Si nomor 5, so here we go.
Orang baik, 2 kata yang mewakili arti Si nomor 5 bagi penulis. Ketakutan yang penulis rasakan dari Si nomor 5 bisa dibilang cukup pekat. Takut melukai, takut terluka, takut berharap, takut diharapkan. Orang bilang kebaikan hati bisa jadi kekuatan di tengah kebimbangan, Si nomor 5 adalah orang baik, tapi apa yang bisa penulis lihat hanyalah punggung rapuh yang siap retak dan berhamburan kapan saja.
Kesan pertama yang muncul pertama kali ketika mengetahui cara Si nomor 5 mengerjakan sesuatu adalah perasaan iri hati. Si nomor 5 adalah orang pertama yang berhasil membuat penulis, untuk pertama kalinya, merasa bodoh dan kalah, dalam artian baik. Ini terjadi di awal SMA, penulis yang awalnya sangat percaya terhadap kemampuan diri akhirnya tersadar, bahwa di atas langit masih ada langit. Kalau Si nomor 5 ingat, penulis pernah menyampaikan ini secara langsung.
Sikap Si nomor 5 yang secara terang-terangan tidak menunjukkan harapan di setiap kesempatan tidak pernah berhenti membuat penulis bertanya-tanya, 'apa yang salah? Kenapa ada orang yang bisa begitu takut merasa kecewa?'. Kehati-hatian dalam bertindak dan berucap cukup umum untuk diterapkan kepada sesama untuk mencegah timbulnya konflik, namun hal ini juga dapat dijadikan senjata untuk melindungi diri sendiri agar tidak terluka ataupun agar terhindar dari perasaan bersalah yang tidak nyaman. Ada kalanya orang memaafkan namun setelah ini tak ingin saling mengenal lagi di masa depan, hilang respect. I know this part really well from you, and I'm aware enough to better know my place before face you sometimes.
Si nomor 5 yang unik, yang tidak terlalu menyukai sanjungan dan perhatian, cukup kewalahan dalam menghadapi orang-orang disekitarnya, mungkin pertanyaan yang sering muncul dibenak Si nomor 5 adalah 'aku harus apa setelah ini?'. Tapi jangan terlalu mengkhawatirkan banyak hal, walau kadang merepotkan dan tidak perlu, itu bisa dihitung sebagai tanda sayang, tanda bahwa seseorang peduli. Mungkin sudah ada orang yang menyampaikan ini sebelumnya, tapi dengan senang hati penulis ingatkan sekali lagi, you are loved, indeed, my dear.
(Are you disgusted? Well this is just a beginning, because I'm feeling emotional recently, lmao, sorry I'm not sorry for this).
Baru-baru ini Si nomor 5 tampak cukup lelah, sederhananya, sulit untuk merasa cukup atau sekadar mengingatkan diri sendiri 'I did well'.
Jadi biar penulis sampaikan ini;
Although comforting by saying it's alright are just words, I still wanna say that words can inspire, thoughts can provoke, but only action truly brings you closer to your dreams. You are one of my inspire, thank you for being yourself, thank you for that hard work, please keep going in the future.
Penulis akan selalu berusaha ada untuk Si nomor 5 sampai kelak dia bisa tersenyum sambil bercerita bahwa kebahagiaan telah menghampiri dirinya. Suatu hari di masa depan, Si nomor 5 mungkin akan jadi orang paling kuat jika ia mampu bertahan sebentar lagi.
Ini sudah mencapai paragraf terakhir, tapi isinya hanya tentang kalimat-kalimat penyemangat, seolah-olah penulis hanya ingin menghibur melalui tulisannya, yang isinya mungkin terlalu positif untuk ditulis oleh seseorang yang masih sering terbangun jam 2 pagi untuk kegiatan rutin (read;overthinking), tapi penulis masih cukup naif dan masih ingin percaya bahwa words can heal, if you are too ashamed (yes, we are), you can just write your toughts, I find this works especially to describe my soft-toughts for all my dear numbers.










